KarangRejek.NET
Official Website Desa Karangrejek


Pendidikan

22/10/2014

MUM Bali Foundation Rehab TK Pertiwi II

Kondisi Atap Gedung TK Pertiwi II Saat Runtuh

Gunungkidul – Karangrejek.net

          TK Pertiwi II Padukuhan Karangduwet II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam waktu dekat ini akan segera direnovasi oleh sebuah yayasan non profit Manusia Untuk Masyarakat (MUM) dari Provinsi Bali. Demikian ungkap Kepala Desa Karangrejek, Kasdi Siswo Pranoto kepada reporter Karangrejek.net, Senin (21/01/2013).

          “Renovasi TK Pertiwi itu akan segera dilakukan oleh Yayasan MUM Bali Foundation dengan meruntuhkan bangunan gedung berukuran 6 m x 10 m. Pembangunan fisik gedung baru tersebut seluruhnya ditanggung oleh yayasan dan ditafsir akan menelan biaya sekitar Rp 100 juta. Oleh karena itu dalam rangka mempercepat proses pelaksanaan renovasi, pihaknya meminta kesadaran dan partisipasi masyarakat padukuhan setempat untuk membantu dalam hal sharing swadaya,” jelas Kasdi.

           Sementara itu Dukuh Karangduwet II, Susinah yang dihubungi terpisah juga membenarkan perihal rencana rehabilitasi bangunan TK Pertiwi II di wilayahnya itu. Ia menuturkan, berdasarkan kesepakatan, pelaksanaan rehab gedung akan dilakukan mulai akhir Bulan Januari 2013 ini memakan waktu sekitar 30 – 40 hari kerja.

          “Terkait dengan rencana renovasi gedung TK Pertiwi II itu, masyarakat menerima penyaluran bantuan dalam bentuk fisik. Dengan demikian seluruh pengadaan material dan tenaga kerja hingga finishing ditanggung oleh yayasan. Oleh sebab itu, dalam rangka mendukung pelaksanaan program, masyarakat Padukuhan Karangduwet II siap mengimbanginya dengan berswadaya berupa tenaga maupun konsumsi selama pembangunan berlangsung,” kata Susinah.

          Diketahui sebelumnya, bahwa atap gedung TK Pertiwi II yang lokasinya bersebelahan dengan Balai  Padukuhan Karangduwet II tersebut ambrol setelah diguyur hujan deras pada Kamis, 10 November 2011 lalu. Penyebab utama kejadian tersebut diduga lantaran adanya pelapukan beberapa kayu penopang utama atap gedung sehingga tidak kuat menyangga beban genteng.

          Beruntung, kejadian runtuhnya atap gedung berlangsung pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga tidak menelan korban jiwa. Karena jika terjadi pada pagi hari, nasib 14 anak didik yang tengah melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan akan tertimpa reruntuhan atap gedung. (Wheny Marissa)






0 Comments


Be the first to comment!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>