KarangRejek.NET
Official Website Desa Karangrejek


Bisnis

25/10/2014

Kami Hidup Hanya Dari Sangkar Burung …

Widiyanto tengah menyelesaikan pembuatan kurungan pesanan

Gunungkidul – Karangrejek.net

          Membludaknya penghobi burung kicauan akhir – akhir ini rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha sangkar burung (kurungan). Salah satunya ialah Widiyanto (31), warga Padukuhan Karanggumuk II, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun hanya mengandalkan usaha kecil pembuatan sangkar burung, nyatanya ia tetap mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga yang terdiri istri dan satu anaknya.

          Bukan hal yang mustahil memang, hanya dengan memproduksi sangkar burung berbahan baku bambu dan kayu baik jenis jati, akasia, maupun mahoni sedikitnya omset kotor senilai Rp 2 juta perbulan tak luput dari genggamannya. Sedangkan keuntungan bersih dari hasil penjualan sangkar perbulan rata – rata bisa mencapai Rp 1 juta.

          “Selain usaha kurungan, kami memang tidak memiliki usaha sampingan lain. Nyatanya pesanan berbagai model kurungan sampai saat ini masih terus mengalir baik dari lokal Gunungkidul, Jakarta maupun kota – kota besar lainnya. Terus terang, usaha yang dirintis sejak tahun 2009 lalu itu kini menjadi satu – satunya tumpuan hidup kami sekeluarga. Sehingga bisa dikata kami hidup hanya dari sangkar burung,” ucap Widiyanto, pria kelahiran 24 April 1981 itu kepada Karangrejek.net di sela proses pembuatan kurungan pesanan di kediamannya, Rabu (24/10/2012).

          Beberapa jenis kurungan yang biasa kami buat, lanjut dia, terdiri dari model kosan (biasa), tanpa tiang, bata, serta persegi enam maupun delapan. Mengenai harga, untuk model kosan ukuran kecil antara 25 – 30 cm persegi antara Rp 50.000 – Rp 100.000/buah, model persegi enam dan delapan ukuran besar 35 cm – 40 cm persegi berkisar Rp 150.000 – Rp 200.000/buah, sedang model tiang berkisar antara Rp 100.000 – Rp 200.000 ribu tergantung besar kecilnya ukuran.

           “Hanya dengan dibantu istri, pembuatan satu buah kurungan rata – rata hanya memakan waktu 1 – 2 hari. Semua kurungan produksi kami berkualitas halus dan kuat, sehingga tidak heran bila pesanan mengalir deras,” kata Widiyanto, pemuda yang pernah mengadu nasib selama 5 tahun di Jakarta itu sembari menunjukkan nomor HP 087739178581. (Wheny Marissa)






5 Comments


  1. sagiks

    Selamat yo masss……, semoga cara perpikirnya bisa ditularkan pada yang lainnya….,soalnya sampai saat ini saya belum melihat adanya keseimbangan Prestasi Pemerintah setempat terhadap penduduk Karang Rejek pada umumnya.Semoga aparat terkait tanggap dalam hal ini…..,Amin…. 3x,yooo Massss…..


    • sagiks

      Selamat yo masss……, semoga cara perpikirnya bisa ditularkan pada yang lainnya….,soalnya sampai saat ini saya belum melihat adanya keseimbangan Prestasi Pemerintah setempat terhadap penduduk Karang Rejek pada umumnya.Semoga aparat terkait tanggap dalam hal ini…..,Amin…. 3x,yooo Massss…..


  2. selamat dan sukses mas… saya juga menekuni pekerjaan ini.
    sedikit ilmu dan pengalaman saya sejak 2004 hingga sekarang ini ingin saya bagikan kepada yang berminat….
    peralatan dan teknik yang saya ingin kembangkan bersama para pengrajin sangkar di seluruh negeri ini semoga mendapat dukungan dari pihak terkait mulai peternak, pedagang sangkar, pengepul, serta pemerintah.
    bagi yang ingin berkonsultasi dan sekedar tukar informasi seputar kerajinan sangkar burung monggo kita jalin silaturahmi bersama….
    salam hormat… (andrisangkar@yahoo.com)


  3. Sutarmin

    Mas Andre saya pemula yang akan mencoba menggeluti bisnis sangkar burung namun belum banyak pengalaman terutama mengenai pemasaran produknya .
    yang kedua saya belum bisa menemukan desain yang unik yang bisa menjadi ciri khusus buatan saya , sebaiknya ciri ini kita tonjolkan dari sisi finishing apa dari bentuk modelnya ya ?
    Tolong mas Andre kalau berkenan mohon bantuannya
    Terima kasih


    • jamalludin

      saya mau nampung tuh mas , kebetulan saya punya kios burung , walo belum sih saya oktimis suatu saat saya bsa membesarkan kios saya setelah pensiun dari kerja nanti



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>