KarangRejek.NET
Official Website Desa Karangrejek


Kebudayaan

24/07/2014

Kontes Reog Warnai Bersih Desa Karangrejek

Pentas Seni Wayang Kulit Penutupan Bersih Desa Karangrejek

Gunungkidul – Karangrejek.net

          Banyak cara mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan. Salah satunya adalah lewat upacara adat Rasulan yang hanya dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kegiatan yang biasanya digelar setelah musim panen setahun sekali itu disikapi oleh masyarakat dengan rasa suka cita meski mereka harus merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah demi melestarikan tradisi yang telah ada sejak ratusan tahun silam tersebut.

          Salah satu desa di Kabupaten Gunungkidul yang hingga saat ini masih melestarikan budaya rasulan adalah Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari. Sebanyak 7 padukuhan di sana setahun sekali menggelar upacara rasulan secara serentak dan tersentral di komplek balai desa setempat. Dalam kegiatan tersebut terkandung makna ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rejeki selama satu tahun. Khusus bagi kaum tani rasulan biasanya dilaksanakan pasca panen padi, kacang, atau ketela. Begitu papar Kades Karangrejek, Kasdi S.P kepada Karangrejek.net, Senin (25/6/2012).

          “Hari Senin Kliwon 25 Juni 2012 ini, Karangrejek akan mengadakan upacara adat berupa rasulan melibatkan 7 padukuhan yang ada. Total dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan acara itu mencapai Rp 30-an juta diperoleh dari iuran warga Rp 20.000/KK. Dana itu termasuk sumbangan hiburan wayang dari Samidin warga perantau yang kini sukses jadi pengusaha sate di Kalimantan. Jika ditotal pengeluaran warga secara swadaya dalam rasulan itu mencapai ratusan ribu dan bahkan jutaan rupiah,” ungkap Kasdi singkat.

         Terpisah, Ketua panitia pelaksana rasulan, Sumarno mengatakan bahwa prosesi rasulan akan diawali dengan penyambutan kedatangan Bupati Gunungkidul dan jajarannya oleh prajurit lombok abang dilanjutkan dengan kontes aneka kesenian reog di hadapan para tamu kehormatan terdiri dari pejabat Provinsi DIY dan Kabupaten, Dewan Kebudayaan Gunungkidul, serta Pejabat Muspika Kecamatan Wonosari. Hal yang menarik dari rasulan kali ini ialah saat dilangsungkannya acara rebut gunungan hasil bumi dan udik – udik dimana ratusan warga saling berlomba berebut berkah sehingga tampak lebih berkesan.

          “Rangkaian acara rasulan digelar selama 4 hari mulai Jumat 22 Juni – 25 Juni 2012 ini. Adapun kegiatannya meliputi sepakbola, bola voli, pengajian dan mujahadah menghadirkan 1.000 umat dan pentas kesenian tradisional tayub yang kini mulai punah. Sedang Senin, 25 Juni merupakan puncak acara rasulan dimana seluruh kegiatannya dilangsungkan di komplek balai desa,” tandasnya.

          Sumarno menambahkan, tradisi rasulan yang telah menjadi agenda resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul sejak beberapa tahun lalu itu menyuguhkan berbagai atraksi kesenian lokal dari masing – masing padukuhan seperti Tayub, Reog dan Jathilan. Sedangkan puncak acara rasulan yaitu berupa penyerahan upakarti sesaji berupa pisang ayu dan tumpeng dari panitia pelaksana rasulan kepada kepala desa setempat, dilanjutkan dengan kenduri dipimpin sesepuh desa. Malam harinya, rasulan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk menghadirkan dalang Ki Purnawan, S.Sn dari Baleharjo, Wonosari dengan hadiah undian seekor kambing betina. (Wheny Marissa)






0 Comments


Be the first to comment!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>